Atasi Alergi Pada Anak

Alergi Pada Anak Comments Off 128

Anak-anak dapat menjadi penderita alergi sama halnya dengan orang dewasa. Salah satu penyebab dari kecenderungan atopik pada anak adalah karena faktor keturunan, apalagi jika kedua orang tua anak juga merupakan penderita alergi. Orang tua dengan risiko pemaparan alergi yang cukup tinggi harus lebih waspada dalam mengawasi tumbuh kembang anaknya.

Anak gatal alergi

Orang tua harus jeli melakukan berbagai pengamatan untuk melihat reaksi alergi pada anak ketika bersinggungan dengan alergen atau zat yang bisa memicu reaksi alergi tersebut. Pengamatan ini bukan bertujuan untuk menghilangkan alergi tetapi untuk pencegahan, sebab pada dasarnya alergi tidak dapat dihilangkan.

Cara Antisipasi Alergi

Deteksi Dini

Zat pemicu alergi bisa sangat beragam. Bahkan semua hal yang ada di sekitar anak bisa menjadi pemicu alergi tergantung dari reaksi tubuh anak terhadap zat alergen tersebut. Zat yang paling banyak menjadi pemicu alergi adalah makanan. Biasanya reaksi yang paling umm timbul adalah ketika kedapatan makan susu sapi, kacang-kacangan, makanan hasil laut serta telur. Namun pada beberapa kasus buah-buahan pun dapat menjadi alergen.

Kemudian beberapa zat asing semacam serbuk bunga, tungau, serangga, bulu binatang, dan lain sebagainya juga dapat menjadi alergen. Bahkan udara yang dingin juga bisa menjadi pemicu reaksi alergi. Begitu juga dengan debu dan asap.

Macam Tes Untuk Alergi

Ada beragam metode yang dapat digunakan untuk mengetahui alergen dan reaksinya terhadap tubuh anak. Tipe tes juga dibagi menjadi dua yaitu tes cepat dan lambat. Untuk tes cepat, orang tua dapat melakukan Skin Prick Test atau SPT dan juga Uji Intradermal. Sedangkan untuk tipe lambat maka dapat dilakukan patch tes serta Diuble Blind Placebo Control Food Challenge (DBPCFC) serta tes eliminasi provokasi makanan.

Tes SPT cukup aman dikerjakan karena efek sampingnya yang minimal dan juga mudah dikerjakan. Hasil ujinya pun dapat terlihat dengn waktu yang cukup singkat yaitu sekitar 15 sampai 20 menit. Anak akan dinyatakan bebas dari alergi jika tidak terdapat wilayah yang menunjukkan reaksi alergi atau wheal ketika dilakukan SPT. Sedangkan anak dinyatakan positif jika yang terjadi adalah sebaliknya dan diameter wheal mencapai 3mm bahkan lebih. Tes ini tidak dapat dilakukan jika sedang dalam penggunaan obat kortikosteroid atau antihistamin. Sebagai gantinya dapat dilakukan dengan pengukuran IgE spesifik.

Cara melakukan uji intradermal adalah dengan penyuntikan alergen dan menunggu reaksinya pada tubuh. Jika terdapat wheal sebesar 3 mm maka bisa dipastikan anak memiliki alergi terhadap alergen tersebut. Waktu evaluasi tes ini sama dengan SPT yaiitu 15-20 menit setelah penyuntikan. Dibandingkan SPT, Uji intradermal memiliki risiko anafilaksis, atau reaksi parah yang dapat menyumbat saluran napas, yang lebih tinggi.

Patch tes dilakukan sebagai langkah akhir penegakan diagnosis. Tes seamcam ini dilakukan sebagai pembuktian alergi yang terjadi pada kulit disebabkan oleh kontak dengan alergen. Cara melakukan tes ini adalah dengan menempelkan beberapa zat alergen selama 48 hingga 72 jam pada kulit dengan tempelan khusus.

Untuk tes lainnya adalah double blind placebo control food challenge (DBFCFC). Namun prosesnya lama serta rumit, akurasinya juga cukup rendah. Sebagai gantinya adalah dengan dilakukan tes eliminasi provokasi makanan. Tes ini bisa dilakukan jika anak sudah dapat memakan makanan padat dan pencernaannya sudah siap. Tes dilakukan di rumah sakit tertentu dengan pengawasan dokter.

Semua tes untuk alergi harus dilakukan di rumah sakit yang memang siap untuk antisipasi terhadap syok anafilaksis dan harus atas rekomendasi serta pengawasan dokter anak atau dokter ahli alergi.

Back to Top