Bisakah Alergi Pada Anak Disembuhkan?

Alergi Pada Anak Comments Off 78

Orang tua pasti tidak menginginkan anaknya mengalami alergi. Apalagi reaksi anak ketika alergi sedang kambuh juga bermacam-macam. Seperti kebiasaan anak lainnya ketika sedang sakit, saat alerginya kambuh anak bisa saja tantrum atau mudah sekali rewel. Anak juga tidak dapat beraktivitas seperti biasa jika alerginya sedang kambuh.

Selain itu anak menjadi tidak bebas karena ada alergen yang harus dihindari. Apalagi jika alergen tersebut berupa makanan yang bisa saja didapatkan si kecil ketika jajan di luar tanpa sepengetahuan orang tua. Hal inilah yang dicemaskan, karena bisa saja reaksi anafilaksis yang bisa sampai menghambat laju napas bisa terjadi.

Bisakah Alergi Pada Anak Disembuhkan

Kapan Anak Dinyatakan Sembuh?

Pergeseran Alergi

Sebenarnya anak tidak sepenuhnya bisa dinyatakan sembuh. Sebab kebanyakan alergi disebabkan karena atopi atau bawaan. Sifat ini diturunkan dari gen sehingga akan sangat sulit menghindarinya. Jadi kemungkinan alergi menetap pada anak seumur hidup sangat besar. Namun, jika alergi yang dimaksud adalah alergi makanan, bisa saja terjadi pergeseran dan menghilang ketika sudah dewasa.

Allergic march merupakan pergeseran gejala alergi. Pergeseran yang paling umum adalah kelainan kulit pada saat lahir diganti dengan kelainan pada sistem pencernaan yang membuat anak alergi terhadap makanan tertentu kemudian akan berganti lagi menjadi alergi di seputar pernapasan, bisa alergi hidung maupun asma.

Seiring pertumbuhannya reaksi alergi bisa saja berkurang, bahkan bisa saja sembuh walau kemungkinannya tidak besar. Jadi yang bisa dilakukan orang tua adalah melakukan tindakan preventif dengan memperhatikan asupan makanan dan juga kontak terhadap hal-hal di sekitar si anak.

Efek Alergi

Alergi memang dapat menjadi pembatas aktivitas anak dan pengaruhnya cukup besar terhadap kualitas hidup anak dan keluarganya. Misalnya saja kecemasan yang bisa saja timbul ketika anak bersosialisasi karena anak tersebut mempunyai alergi makanan. Orang tua tidak dapat sepenuhnya mengontrol apa saja yang anak makan ketika berada di luar rumah. Bahkan acara pesta ulang tahun, jajan di kantin bisa membawa efek buruk.

Bahkan jika anak merupakan penderita alergi makanan yang cukup parah, bisa saja terjadi kemungkinan terburuk jika terjadi kontak dengan alergen dan terjadi saat tidak ada pengawasan orang tua. Selain itu psikologi anak juga dapat terbebani karena perasaan berbeda dengan anak lainnya, apalagi jika dia harus berada di lingkungan baru.

Berkat kemajuan teknologi dan akses informasi yang dapat diperoleh dengan mudah, setiap orang tua bisa melakukan pencegahan dini untuk mengetahui alergi pada anak. Serangkaian tes dapat dilakukan untuk mengetahui jenis alergi dan alergen yang berkenaan dengan kondisi si kecil. Reaski anafilaksis juga dapat dikurangi dengan pemberian pengobatan tertentu.

Agar anak dapat selalu ceria maka anak dapat menggunakan tiga pendekatan pencegahan alergi yaitu 3K atau Kenali, Konsultasikan, Kendalikan. Pemahaman terhadap alergi yang tepat harus dimiliki semua orang tua termasuk tentang penyebab, faktor risiko dna gejala yang bisa dialami si kecil, ini adalah inti dari Kenali. Sedangkan Konsultasikan berbicara perihal campur tangan ahli, yaitu dokter dalam pengawasan dan pengobatan.

Sedangkan Kendalikan adalah tindakan preventif yang dapat dilakukan orang tua seperti yang disarankan oleh dokter. Dengan berpegang pada prinsip ini, orang tua dapat mencegah datangnya reaksi alergi pada anak dan bisa membuat anak hidup normal seperti biasa. Peran orang tua sangat penting agar anak bisa tetap ceria walau dengan alergi yang dibawanya dan dapat menjalani masa kanak-kanak dengan ceria.

 

Back to Top