Jika Ada Alergi Pada Anak, Apa Yang Harus Dilakukan?

Alergi Pada Anak Comments Off 40

Semua orang tua pasti tidak menginginkan penyakit apapun menyerang anak mereka, termasuk di dalamnya adalah alergi. Memang alergi ringan tidak terlalu mengganggu kehidupan sehari-hari anak, tetapi beda ketika anak adalah penderita alergi berat yang bisa mengalami gejala anafilaksis atau reaksi berlebihan hingga menghambat laju napas.

Pada awalnya, orang tua yang belum paham adanya alergi pada anak pasti akan panik begitu reaksi tersebut muncul. Langkah pertama tentunya mengendalikan kepanikan tersebut, sebab anak membutuhkan penanganan awal secepatnya agar gejalanya tidak bertambah parah.

Langkah Penanganan Alergi

Kenali Tanda Anafilaksis

Reaksi anafilaksis merupakan gejala yang muncul setelah terjadi kontak dengan alergen. Pada tingkatan ini reaksi hipersensitivitas membuat tubuh memproduksi IgE dan histamin. Jika tidak segera ditangani, reaksinya bisa bertambah parah dan sanggup menyebabkan kematian.

Gejala awalnya adalah muncul reaksi kemerahan pada tubuh anak dan seringkali dengan sensasi gatal. Napas anak juga akan berat, sesak dan muncuk bunyi. Jika sudah begini, reaksi lanjutan jika tidak segera ditangani adalah pembengkakan pada bibir hingga seluruh wajah. Akibatnya bibir akan membiru dan laju napas menjadi lebih kencang.

Suara anak juga menjadi serak dan bisa hilang secara mendadak. Anak juga mengalami kesulitan dalam menelan, jika ini terjadi artinya pembengkakan sudah samapi pada tenggorokan. Kolik dan muntah adalah reaksi selanjutnya yang disusul tubuh yang mendingin dan kemudian terjadi hilang kesadaran.

Untuk mencegah terjadinya henti napas, orang tua harus selalu mengamati jalan napas anak. Jaga jangan sampai tersedak. Jika napas anak terlihat sesak, cari posisi yang paling sesuai agar bisa mengurangi sesak tersebut. Anda dapat mencoba memiringkan badan anak. Ketika badan anak terasa dingin hangatkan dengan selimut. Untuk pencegahan sebelum dibawa ke dokter, segera suntikkan adrenalin autoinject pada otot.

Jika Ada Alergi Pada Anak Apa Yang Harus Dilakukan

Kenali Faktor Penyebab

Semua benda yang ada di sekitar anak bisa menjadi alergen. Coba cek apakah anak mengalami reaksi alergi ketika bersinggungan dengan binatang yang berbulu. Jika iya, maka bisa jadi anak alergi terhadap bulu maupun produk lain yang dihasilkan binatang semacam kotoran, ludah dan lain sebagainya.

Jika anak sudah masuk dalam masa MPASI, perhatikan juga setiap kali memberikan asupan makanan. Catat makanan apa saja yang menimbulkan reaksi alergi. Lakukan pengulangan pemberian makanan hingga tiga kali di waktu yang berbeda untuk melihat apakah reaksi tubuhnya tetap sama atau tidak. Jika tidak, berarti ada kemungkinan lain si anak alergi.

Cuaca dingin juga bisa menimbulkan alergi pada anak seperti bersin dan pilek hingga gatal kemerahan. Demikian juga dengan debu rumah dan serbuk bunga. Reaksi alergi ini sering disalahsartikan dengan flu. Jangan buru-buru memberikan obat flu, melankan lakukan observasi lanjutan terlebih dahulu.

Jika tanda-tanda reaksi alergi sudah nampak maka jangan ragu untuk membawa anak ke dokter guna menjalani serangkaian tes guna mendapatkan diagnosis yang tepat. Hal ini berkaitan dengan penanganan terhadap alergi ke depannya.

Hindari Penyebab Alergi

Setelah mendapatkan hasil pengamatan serta diagnosis yang tepat dari dokter, maka orang tua harus sedapat mungkin menghindarkan alergen dari anak. Lakukan tindakan pencegahan sesuai dengan alergi yang diderita. Jangan lupa juga untuk selalu menyediakan obat adrenalin suntik yang dapat dibeli di apotek untuk berjaga-jaga.

Anak yang terbiasa bergaul dengan binatang sejak dari dalam kandungan bisa saja memiliki prosentase menderita alergi yang lebih kecil. Hal ini dikarenakan anak sudah mengalami kontak terus menerus dengan binatang. Tetapi jika saat lahir anak masih memiliki reaksi terhadap binatang tersebut, maka ada baiknya orang tua menahan diri untuk tidak memelihara binatang tersebut.

Back to Top