Makanan Penyebab Alergi Pada Anak

Alergi Pada Anak Comments Off 199

Makanan Penyebab Alergi Pada AnakMakanan merupakan alergen yang paling sering menjadi pemicu terjadinya reaksi alergi. Bahkan reaksi alergi yang ditimbulkan akibat makanan bisa sangat berbahaya karena reaksinya yang cepat dan langsung masuk ke dalam tubuh.

Cara bijaksana mengatasi alergi terhadap makanan adalah dengan mencari tahu pencetusnya terlebih dahulu. Jika anak mengalami gatal kemerahan di kulit, mata berair, sesak, tenggorokan gatal, pilek dan sampai terjadi pembengkakan di beberapa bagian tubh selepas memakan makanan tertentu, bisa jadi anak Anda mengalami alergi.

Alergen yang paling sering memicu alergi pada anak adalah susu dan kacang, hal tersebut merupakan penelitian yang dilakukan oleh American College of Allergy, Asthma & Immunology pada anak-anak di Amerika. Sedangkan di Indonesia, susu sapi serta makanan trurunannya dan tepung terigu menduduki peringkat teratas sesuai penelitian dari RSCM di tahun 2007 silam.

Apa Saja Makanan Yang Bisa Menjadi Alergen?

Sayuran Hingga Makanan Olahan

Tenyata, menurut sebuah penelitian, tomat bisa menjadi pemicu alergi bagi sebagian anak. Walaupun kemungkinan alergi semacam ini cukup rendah, yaitu 5,9%, namun biji dan kulit tomat bisa dihindarkan jika sayuran ini merupakan alergen. Protein pada kacang kedelai juga dapa menjadi alergen. Bahkan prosentase anak alergen soya lebih tinggi daripada tomat, yaitu sekitar 7,4 %.

Walaupun sebagian besar anak menyukai cokelat dan olahannya, orang tua harus tetap teliti sebelum dan setelah membiarkan anak mengkonsumsi cokelat. Pasalnya, sebanyak 2,9 % anak terbukti sensitif terhadap protein yang terkandung di dalam cokelat. Sedangkan sensitivitas terhadap alergen tepun terigu terdapat sekitar 10,3 % hal ini disebabkan karena gandum yang menjadi bahan tepung terigu yang menyebabkan alergi pada sebagian anak.

Sebagai salah satu sumber protein, telur sangat digemari. Namun ternyata ada anak yang alergi terhadap telur, baik putih maupun kuning telurnya. Lemak merupakan kandungan yang paling banyak ditemukan di dalam kuning telur yang menyebabkannya lebih banyak menjadi alergen dibandingkan putih telur yang lebih banyak mengandung protein. Namun prosentase keduanya memang terpaut tipis.

Sumber protein lain yang menjadi penyebab 7,4 % anak mengalami reaksi alergi adalah daging ayam. Padahal olahan ayam merupakan makanan yang paling banyak ditemukan di tanah air. Susu sapi juga merupakan alergen yang paling umum. Sebanyak 10,3 % anak mengalami alergi karena mengkonsumsi susu berserta produk olahannya seperti keju, yogurt, es krim dan lain-lain.

Reaksi lainnya timbul karena kegemaran menyantap makanan laut. Salah satu jenis ikan yang kerap menjadi pemicu alergi adalah tuna. Padahal ikan jenis ini sangat baik untuk kesehatan karean protein yang tinggi. Namun bagi sebagian anak, allergen-M dalam tuna bisa menyebabkan sebanyak 4,4 % dari mereka mengalami alergi.

Produk makanan laut lain yang juga kerap menjadi biang keladi tercetusnya alergi adalah kerang. Sebanyak 8,8 % anak menderita hipersensitivitas terhadap kerang. Jumlah prosentase yang sama juga diduduki oleh udang serta kepiting.

Reaksi anak terhadap alergen yang disebutkan di atas juga berbeda-beda. Namun jika sampai terjadi pembengkakan maka bisa dikatakan alergi anak berada pada tingkatan yang berat. Selalu konsultasikan masalah alergi yang ditemukan pada anak kepada dokter spesialis anak dan dokter ahli alergi.  Sebab pembengkakan akibat alergi bisa sangat berbahaya karena dapat menghambat saluran pernapasan.

Sebagai tindakan pencegahan, maka orang tua harus selektif dalam memberikan asupan makanan pada anak. Begitu juga dengan pemberian makanan dan jajanan olahan, selalu perhatikan komposisi makanannya.

 

Back to Top