Susu Sapi, Penyebab Alergi Pada Anak

Susu Sapi, Penyebab Alergi Pada Anak

Alergi Pada Anak Comments Off 109

Protein yang terdapat di dalam susu sapi menduduki posisi atas sebagai alergen. Pasalnya susu sapi memiliki kandungan 20 komponen protein yang bisa memicu produksi antibodi. Protein whey dan kasein pada susu sapi yang biasanya menyebabkan alergi.

Reaksi tubuh yang disebabkan tubuh yang tidak tahan terhadap satu atau lebih protein yang terdapat pada susu disebut alergi protein susu sapi atau yang sering disingkat dengan ASS. Biasanya reaksi alergi ini ditemukan pada anak berumur 3 tahun ke bawah. Prosentasenya juga cukup tinggi yaitu 2 hingga 7,5 %. Hal ini disebabkan sistem cerna yang belum matang.

Pencegahan Terhadap Alergi Susu Sapi

Penyebab

Alergi susu sapi berbeda dengan intoleransi laktosa. Tetapi terkadang orang-orang masih sering menjadikan keduanya hal yang serupa. Alergi susu sapi merupakan kondisi sistem kekebalan tubuh anak berekasi tidak normal ketika berhadapan dengan kandungan protein susu. Gejala yang ditimbulkannya bisa berupa mual, muntah, gangguan pencernaan, gatal hingga napas sesak disertai mengi.

 

Intoleransi laktosa merupakan keadaan anak yang tidak mampu mencerna laktosa. Laktosa adalah tipe gula alami yang ada di dalam susu. Gejala yang dialami anak adalah kembung, diare, muntah serta kram pada bagian perut bawah. Proses munculnya gejala ini adalah sekitar setengah hingga dua jam setelah menerima asupan susu maupun turunannya.

Ketika anak Anda alergi terhadap susu sapi, maka Anda harus membawa anak Anda ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika pun anak Anda terbukti positif alergi susu sapi, Anda tidak perlu kuatir karena banyak cara untuk mengatasinya.

Cara Mengatasi dan Pencegahan

Jika anak masih dalam tahap pemberian asi, dan asi ibu cukup untuk anak, maka tidak ada alasan untuk menambahkan asupan susu sapi. ASI adalah produk alami yang sudah sangat cocok bagi anak. Namun ibu juga harus memperhatikan asupan makanannya. Ibu yang mengkonsumsi susu beserta produk olahannya otomatis menyalurkannya kepada anak lewat asi.

Jika anak terpaksa mengkonsumsi susu formula karena keadaan sang ibu, maka bisa diganti dengan memberikan susu formula yang bahan dasarnya bukan dari susu sapi. Anda dapat mencoba mengguanakan susu formula dengan soya atau kacang kedelai.

Namun, jika ternyata anak juga mengalami alergi terhadap kacang kedelai, maka dokter biasanya akan menggantinya dengan hypoallergenic. Keunggulan susu jenis ini adalah protein di dalamnya sudah dibuat menjadi partikel sangat kecil untuk menghindari alergi.

Untuk mengatasi anak yang alergi susu sapi agar tidak kekurangan vitamin D bisa dilakukan dengan banyak cara. Anda dapat mengganti nutrisi di dalam susu sapi dengan makanan lainnya. Brokoli, bayam, tuna, salmon, telur dan masih banyak lagi adalah makanan yang direkomendasikan untuk anak Anda. Atau anda bisa memberikan madu untuk anak anda sebagai pengganti susu. Atau madu multivitamin yaitu madu ditambah dengan bahan alami lainnya yang bagus untuk kesehatan anak.

madu sebagai pengganti susu

Selain itu mengajak anak beraktivitas di luar ruangan juga sangat disarankan. Pasalnya sinar UV-B pada matahari pagi dapat merangsang pembentukan vitamin D alami bagi tubuh. Setidaknya biasakan anak beraktivitas di luar selama minimal 10 menit agar kebutuhan vitamin D-nya tecukupi.

Alergi susu sapi bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak cara lain mendapatkan kalsium dan kandungan lain di dalam susu dengan menggantinya dengan makanan lain. Lupakan perkataan yang mengatakan bahwa sumber kalsium terbesar hanya dapat didapatkan pada susu.

Terlebih lagi, menurut penelitian terbaru, anak di atas usia dua tahun ternyata tidak lagi membutuhkan susu. Orang dewasa sekalipun juga tidak membutuhkannya. Kalsium yang didapatkan dari buah dan sayur malah lebih direkomendasikan.

Back to Top